{"id":6745,"date":"2025-08-20T08:23:48","date_gmt":"2025-08-20T01:23:48","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/?p=6745"},"modified":"2025-08-20T08:23:49","modified_gmt":"2025-08-20T01:23:49","slug":"rencana-legalisasi-umrah-mandiri-ditolak-kalangan-asosiasi-penyelenggara-ibadah-haji-dan-umrah-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/?p=6745","title":{"rendered":"Rencana Legalisasi Umrah Mandiri Ditolak Kalangan Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Majalahlabbaika.com <\/strong>\u00a0&#8211; Rencana legalisasi umrah mendiri ditolak 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah di Indonesia, karena dinilai banyak mudaratnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini legalisasi umrah mandiri yang tengah dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Tim 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Muhammad Firman Taufik mengatakan umrah mandiri tidak memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, umrah mandiri juga berpotensi mengganggu ekosistem ekonomi penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.<br><br>\u201cSecara tegas kami menolak legalisasi umrah mandiri, arena membuka celah penipuan dalam dan luar negeri serta memberi peluang besar bagi <em>marketplace global<\/em> menguasai pasar jemaah Indonesia,\u201d katanya di Jakarta dilansir dari detik.com.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Menurut Firman pelaksanaan umrah mandiri bisa berimbas pada kebocoran ekonomi umat ke luar negeri dan mematikan peran pelaku resmi penyelenggara umrah dalam negeri.<br><br>\u201cPemerintah seharusnya memberikan pembelaannya kepada pelaku usaha dalam negeri dalam framing bela dan beli produk Indonesia,\u201d ujar Firman yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH).<br><br>Penolakan juga disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI ) Zaky Zakaria Anshari.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyatakan fokus utama asosiasi adalah sebagai pelindung jemaah dan bertugas menjaga amanah ibadah serta menyelamatkan ekosistem ekonomi umat yang telah terbangun sejak sebelum kemerdekaan.<br><br>Peran PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) resmi bukan sekadar agen perjalanan, tetapi pelindung jemaah, penopang ekonomi, dan berbasis keumatan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Legalisasi umrah mandiri sangat potensial merugikan ekonomi keumatan, membuat banyak usaha terpuruk, dan ribuan mitra UMKM kolaps,&#8221; ungkap Zaky.<\/p>\n\n\n\n<p>Sektor haji khusus dan umrah di Inonesia bernilai tak kurang dari Rp 30 triliun per tahun, dikelola oleh 3.421 perusahaan berizin resmi PPIU\/PIHK yang menghidupi ratusan ribu pelaku usaha, termasuk ribuan mitra UMKM seperti penjahit ihram, katering, transportasi serta penginapan.<br><br>Sedangkan 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah yang menolak legialisasi umrah mandiri yakni : 1.Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI)<br>2.Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH)<br>3. Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (ASHURI)<br>4.Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (ASPHIRASI)<br>5.Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan Wisata Islami (ASPHURI)<br>6.Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (ASPHURINDO)<br>7.Asosiasi Travel dan Tur Muslim Indonesia (ATTMI)<br>8.Perkumpulan Biro Perjalanan Wisata dan Penyelenggara Umrah dan Haji (BERSATHU)<br>9.Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (GAPHURA)<br>10.Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH)<br>11.Kelompok Penyelenggara dan Pengusaha Haji dan Umrah (KESTHURI)<br>12.Mutiara Haji Indonesia (MUTIARA HAJI)<br>13.Sarana Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI). **<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahlabbaika.com \u00a0&#8211; Rencana legalisasi umrah mendiri ditolak 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":6746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[108],"class_list":["post-6745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-legalisasi-umrah-mandiri"],"aioseo_notices":[],"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah.jpg",500,379,false],"thumbnail":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah-300x227.jpg",300,227,true],"medium_large":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah.jpg",500,379,false],"large":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah.jpg",500,379,false],"1536x1536":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah.jpg",500,379,false],"2048x2048":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah.jpg",500,379,false],"featured_medium":["https:\/\/majalahlabbaika.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/umrah-420x318.jpg",420,318,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Insetyono","author_link":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/?author=6"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Majalahlabbaika.com \u00a0&#8211; Rencana legalisasi umrah mendiri ditolak 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah di...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6745"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6747,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745\/revisions\/6747"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahlabbaika.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}