Ada beberapa tips penting untuk calon jemaah haji maupun umrah, agar perjalanan ibadah berjalan lancar, khusyuk, dan penuh makna:
1. Persiapan Spiritual
- Perbanyak ibadah sebelum berangkat: Seperti salat malam, puasa sunah, dan zikir. Ini membangun kesiapan hati.
- Belajar manasik dengan serius: Pahami tata cara haji/umrah, makna di balik setiap rukun dan wajibnya.
- Mohon maaf kepada keluarga dan kerabat: Bersihkan hati, minta restu, dan selesaikan urusan dunia sebelum berangkat.
2. Persiapan Fisik dan Kesehatan
- Cek kesehatan menyeluruh: Pastikan Anda fit, terutama untuk lansia atau yang memiliki riwayat penyakit.
- Latihan jalan kaki: Haji dan umrah membutuhkan tenaga ekstra; terbiasa jalan kaki sangat membantu.
- Siapkan obat pribadi: Bawa obat rutin, vitamin, dan perlengkapan P3K ringan.
3. Barang Bawaan yang Tepat
- Bawa pakaian yang nyaman dan sesuai iklim: Suhu di Tanah Suci bisa sangat panas atau dingin tergantung musim.
- Gunakan alas kaki yang kuat dan mudah dilepas: Aktivitas banyak dilakukan di luar ruangan dan di area masjid.
- Jangan lupa perlengkapan ibadah: Seperti kantong sandal, sajadah tipis, botol spray wudu, dan Al-Qur’an kecil.
4. Pemahaman Hukum dan Adab
- Pahami larangan ihram: Jangan memotong kuku, memakai parfum, atau berburu selama ihram.
- Hindari perdebatan: Allah memerintahkan agar haji dilakukan dengan sabar, tenang, dan santun (QS Al-Baqarah: 197).
- Hormati budaya setempat: Jaga etika di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta di tempat umum lainnya.
5. Teknologi Sebagai Penunjang
- Unduh aplikasi haji/umrah resmi: Seperti Nusuk (Arab Saudi) untuk informasi lokasi, jadwal bus, layanan kesehatan.
- Gunakan penanda kelompok: Misalnya tas seragam, syal, atau gantungan nama untuk menghindari tersesat.
- Pastikan koneksi komunikasi aktif: Gunakan nomor lokal atau paket roaming agar bisa berkomunikasi dengan petugas dan keluarga.
6. Sikap dan Etika Selama di Tanah Suci
- Perbanyak sabar dan tolong-menolong: Kondisi sangat ramai, belajar mengalah dan membantu sesama jemaah.
- Gunakan waktu luang untuk ibadah: Salat di Masjidil Haram, memperbanyak tawaf sunah, atau membaca Al-Qur’an.
- Jaga kebersihan diri dan tempat umum: Menjadi tamu Allah harus berperilaku bersih, rapi, dan tertib.
7. Kembali ke Tanah Air
- Jaga amalan setelah pulang: Ibadah haji dan umrah seharusnya membekas dalam perilaku sehari-hari.
- Sebarkan pengalaman positif: Bagikan hikmah dan semangat ibadah kepada keluarga dan lingkungan.


Komentar