Yogyakarta International Airport (YIA) bersiap menjadi embarkasi haji mulai tahun 2026. Saat ini, seluruh pihak terkait masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi dasar hukum pelaksanaan embarkasi tersebut. Setelah Keppres terbit, akan dilakukan finalisasi bersama stakeholder lintas instansi, baik dari pemerintah pusat, Kementerian Agama, maupun pemerintah daerah DIY dan Jawa Tengah.
Perwakilan pengelola bandara YIA, Rahmat Febrian, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) Manager Senior Airport, service and security YIA menjelaskan bahwa penetapan YIA sebagai embarkasi haji merupakan langkah strategis untuk menjadikan YIA sebagai pusat konektivitas udara di selatan Jawa.
“Arah pengembangan YIA adalah menjadi sentral penerbangan, baik ke utara menuju Asia maupun ke selatan. Dengan begitu, YIA bukan hanya melayani jamaah haji, tetapi juga menjadi hub penerbangan internasional,” ujarnya dalam Rapat PHRI Kulonprogo di Plaza Kuliner Glagah Temon Kulonprogo pada Jumat (31/10/2025).
Sementara itu, Uli Ikhsan Fauzi, bagian terminal YIA, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan layanan untuk sekitar 4.000 jamaah haji asal DIY dan 8.000 jamaah dari wilayah Karesidenan Kedu, dengan perkiraan dua kloter pemberangkatan.
“Kami berharap embarkasi haji bisa terlaksana di YIA tahun depan. Saat ini tinggal menunggu Keppres dan koordinasi dengan Jawa Tengah karena sebagian jamaah berasal dari wilayah Kedu,” tuturnya.
Uli menambahkan, kehadiran embarkasi haji di YIA akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Kulonprogo. Aktivitas transportasi, akomodasi, dan perdagangan di sekitar bandara diyakini akan meningkat.
“Multiplier effect-nya besar, ini akan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Selain itu, YIA tengah menyiapkan kebijakan open sky untuk membuka rutep penerbangan internasional langsung ke Thailand dan wilayah selatan Australia. Langkah ini diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara datang langsung ke Yogyakarta.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo, R. H. Sumantoyo, menyambut positif rencana tersebut.
“Kami menyambut baik konektivitas YIA dengan Asia dan selatan Australia. Ini peluang besar bagi sektor pariwisata dan perhotelan Kulonprogo. Wisatawan bisa langsung ke Yogyakarta tanpa harus transit di kota lain,” ungkapnya.
YIA juga akan dilengkapi dengan fasilitas airport hotel dan layanan bandara berstandar internasional untuk mendukung kenyamanan jamaah maupun wisatawan. Pada Desember 2025 mendatang, dijadwalkan kunjungan Ketua MPR Republik Rakyat China (RRC) ke Yogyakarta. Rombongan akan mengunjungi Borobudur, Prambanan, dan singgah di Nanggulan, Kulonprogo, dalam rangka melihat potensi pariwisata dan kerja sama ekonomi.
Dengan berbagai langkah strategis itu, YIA diproyeksikan menjadi pintu gerbang baru Indonesia bagian selatan, yang menghubungkan ibadah, ekonomi, dan pariwisata dalam satu ekosistem transportasi modern dan berdaya saing internasional. (Suyana Sugondo).


Komentar